Our Work


Latest Recipes
star

KADARZI (Keluarga Sadar Gizi)

| 0 komentar

Apa itu Keluarga Sadar Gizi (KADARZI)?
KADARZI adalah keluarga yang setiap anggotanya menerapkan perilaku gizi yang baik sebagai berikut:
  • Menimbang berat badan secara teratur.
  • Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI Eksklusif).
  • Makan beranekaragam makanan.
  • Menggunakan garam beryodium.
  • Balita dan ibu nifas minum kapsul vitamin A, 
  • Ibu hamil minum Tablet Tambah Darah sesuai anjuran.


Siapa Kader Pendamping Keluarga?

Kader pendamping keluarga adalah kader atau tokoh masyarakat yang dipilih dari dan oleh masyarakat serta ditugaskan oleh Kepala Desa/Lurah.

Apa yang dimaksud dengan Pendampingan Keluarga?

Pendampingan keluarga adalah upaya membimbing, memberi semangat, nasehat dan kemudahan kepada keluarga sasaran untuk mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi yang dihadapinya.

Apa Tujuan Pendampingan Keluarga?
  • Pendampingan keluarga bertujuan agar keluarga sasaran:
  • Membawa balitanya datang ke posyandu secara teratur setiap bulan.
  • Membawa balita BGM (Bawah Garis Merah), balita tidak naik berat badannya dua kali berturut-turut (2T), balita sakit atau diduga gizi buruk ke Polindes/Poskesdes, Pustu, Puskesmas.
  • Memberikan ASI saja kepada bayi sampai berusia 6 (enam) bulan.
  • Makan beraneka ragam makanan.
  • Menggunakan garam beryodium.
  • Minum kapsul vitamin A bagi balita, ibu nifas; dan tablet tambah darah bagi ibu hamil sesuai anjuran.

Siapa Sasaran Pendampingan Keluarga?
  • Sasaran pendampingan adalah keluarga, diutamakan yang mempunyai kriteria sebagai berikut:
  • Keluarga dengan balita yang sangat kurus, atau tidak naik berat badannya dua kali berturut-turut, BGM, termasuk balita gizi buruk pasca rawat inap.
  • Keluarga dengan ibu hamil yang sangat kurus, mengalami gejala kurang darah (anemia).
  • Keluarga yang mempunyai bayi 0-6 bulan.
KADARZI

Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

| 0 komentar

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan pola hidup masyarakat yang memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga dalam rangka mencegah (preventif) timbulnya penyakit.
Menurut Promkes Depkes pada websitenya, PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat dengan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, sebagai prinsip dasar pelaksanaan Program PHBS.

PHBS di Sekolah

PHBS di Sekolah

Menanamkan kesehatan sejak usia sekolah melalui UKS yang di praktikkan oleh siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran merupakan langkah penting untuk memajukan kesehatan suatu bangsa sebagai hasil dari pembelajaran.
  • •         cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • •         konsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
  • •         menggunakan jamban yang bersih dan sehat
  • •         olahraga teratur dan terukur
  • •         memberantas jentik nyamuk
  • •         tidak merokok disekolah
  • •         timbang berat badan dan ukur tinggi badan setiap bulan
  • •         membuang sampah pada tempatnya

PHBS Di Rumah Tangga

Indikator PHBS

Terdapat 10 upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat serta ikut serta dalam menggagas gerakan sehat dalam ruang lingkup masyarakat setempat.
  • •         Persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih
  • •         Memberi ASI eksklusif
  • •         Menimbang balita setiap bulan
  • •         Menggunakan air bersih
  • •         Cuci tangan dengan air bersih dan sabun
  • •         Menggunakan jamban sehat
  • •         Memberantas jentik sekali seminggu
  • •         Makan buah dan sayur setiap hari
  • •         Melakukan aktivitas fisik atau olahraga setiap hari
  • •         TIdak merokok dalam rumah

PHBS Tempat Umum

Cara untuk membiasakan masyarakat sebagai pengunjung dari kota lain dan pengolahan tempat – tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta dapat mengajak masyarakat sekitar untuk aktif dalam mewujudkan tempat umum yang sehat.
  • •         Menggunakan air bersih
  • •         Menggunakan jamban
  • •         Membuang sampah pada tempatnya
  • •         Tidak meludah sembarangan
  • •         Memberantas jentik nyamuk

Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Mencegah PMS dengan Makanan Bergizi

| 0 komentar

HUBUNGAN GIZI DENGAN PMS (PRE MENSTRUASI SYNDROM)

PMS terjadi pada perempuan diberbagai usia mulai menarche(pertama kali menstruasi) hingga menjelang menopose. Usia menarche sangat dipengaruhi oleh status gizi. Status gizi yang baik akan mengalami menarche tepat waktu, sedangkan status gizi yang lebih akan mempercepat menarche. Namun status gizi yang kurang akan mengalami keterlambatan menarche. Status gizi dipengaruhi oleh asupan makan dan aktivitas fisik. Asupan makan yang baik sebaiknya komposisi makanan sehari-hari didasarkan pada tabel Angka Kecukupan Gizi Indonesia yang dikelompokan berdasaran usia. Aktivitas fisik yang dimaksud adalah kegiatan sehari-hari termasuk olahraga.

PMS (PRE MENSTRUASI SYNDROM) adalah gejala yang timbul pada sebelum mulai menstruasi dan akan hilang pada akhir menstruasi. PMS ini terjadi selama akan menstruasi, sekitar 6 hari sebelum menstruasi.Gejala yang paling sering ditemukan adalah mudah tersinggung, perasaan sedih berubah Gejala ini mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghilang setelah menstruasi.

Pre Menstruasi Syndrom

Faktor yang meningkatkan risiko PMS

Perempuan yang pernah melahirkan

PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi


Status perkawinan

Perempuan yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum menikah


Usia

PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30-45 tahun


Stres

Faktor stres memperberat gangguan PMS


Diet

Faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan dapat memperberat gejala PMS


Kekurangan zat-zat gizi

seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minuman beralkohol juga dapat memperberat gejala PMS.

Kegiatan fisik

Kurang berolahraga dan aktivitas fisik dapat menyebabkan semakin beratnya PMS

Pencegahan dengan Makanan bergizi

  • Membatasi konsumsi makanan seperti tinggi gula, tinggi garam, daging merah (sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
  • Kurangi rokok dan alkoholatau berhenti merokok dan alkohol
  • Konsumsi protein yang cukup (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
  • Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
  • Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
  • Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
  • Meningkatkan konsumsi sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, sawi.
  • Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
  • Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).


Pendukung 


  • Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur. Olahraga 30 menit selama tiga kali seminggu.
  • Menghindari dan mengatasi stres.
  • Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.


Upaya lain 

  • mengompres perut bagian bawah yang terasa nyeri dengan air panas,
  • beristirahat atau berbaring
  • meminum obat pereda nyeri (konsultasikan dengan dokter)


Gizi yang baik yaitu asupan sesuai dengan tabel Angka Kecukupan Gizi Indonesia dan status gizi yang normal dapat mengurangi keluhan PMS. Ada hubungan yang negatif antara status gizi dengan PMS. Ada perbedaan signifikan antara asupan gizi yang baik dengan kejadian PMS. Keluhan PMS semakin berkurang jika asupan Gizi, status Gizi dan aktivitas fisik, yaitu olah raga teratur minimal 30 menit selama tiga kali seminggu.


Semoga bermanfaat, Viva Nutricia !!!

Baca juga Pedoman Gizi Seimbang
Mencegah PMS dengan Makanan Bergizi

Masa Depan Ibu dan Bayi yang Sehat

| 0 komentar

Ibu dan Bayi Sehat


Setiap bayi dan anak berhak mendapatkan nutrisi yang baik sesuai dengan Konvensi Hak Anak. Kurang gizi dikaitkan dengan 45% dari kematian anak. Secara global pada tahun 2013, 161,5  juta anak balita diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang lambat, 50,8 juta anak diperkirakan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) rendah, dan 41,7 juta yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Baca juga Penilaian Status Gizi Bayi dan Anak


Sekitar 36% bayi berusia 0-6 bulan ASI eksklusif. Beberapa anak-anak menerima makanan pelengkap nutrisi yang memadai dan aman; di banyak negara kurang dari seperempat dari bayi 6-23 bulan usia memenuhi kriteria keanekaragaman makanan dan frekuensi makan yang sesuai untuk usia mereka. Sekitar 800 000 kehidupan anak-anak bisa diselamatkan setiap tahun dimulai dari anak balita, jika semua anak 0-23 bulan mendapatkan ASI Eksklusif.

Ibu dan Anak Sehat
Kekurangan gizi diperkirakan menyebabkan 3,1 juta kematian anak per tahun atau 45% dari seluruh kematian anak. Bayi dan balita merupakan daerah kunci untuk meningkatkan kelangsungan hidup anak dan mempromosikan pertumbuhan yang sehat dan pembangunan. Dua tahun pertama kehidupan anak sangat penting, karena nutrisi yang optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong pembangunan yang lebih baik secara keseluruhan.

Menyusui yang optimal sangat penting dalam menyelamatkan 800 ribu kehidupan anak balita.

WHO dan UNICEF merekomendasikan:

  • inisiasi dini menyusui dalam waktu 1 jam dari lahir;
  • ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan; dan
  • pengenalan nutrisi-yang memadai dan aman komplementer (padat) makanan pada 6 bulan bersama dengan terus menyusui sampai 2 tahun atau lebih.

Namun, banyak bayi dan anak-anak tidak menerima makan optimal. Misalnya, hanya sekitar 36% dari bayi usia 0 sampai 6 bulan di seluruh dunia ASI eksklusif selama periode 2007-2014.

Rekomendasi telah disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV. Obat antiretroviral sekarang memungkinkan anak-anak ini untuk menyusui secara eksklusif sampai mereka berusia 6 bulan dan terus menyusui sampai setidaknya usia 12 bulan dengan risiko signifikan mengurangi penularan HIV.

ASI Eksklusif

ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu. Keutamaannya adalah perlindungan terhadap infeksi gastrointestinal. Inisiasi menyusu dini, dalam satu jam kelahiran, melindungi bayi dari infeksi dan mengurangi angka kematian bayi baru lahir. Risiko kematian akibat diare dan infeksi dapat meningkatkan pada bayi yang hanya disusui ASI tidak penuh 6 bulan atau tidak disusui sama sekali.

ASI juga merupakan sumber penting energi dan nutrisi pada anak usia 6 sampai 23 bulan. Hal ini dapat memberikan setengah atau lebih dari kebutuhan energi anak antara usia 6 dan 12 bulan, dan sepertiga dari kebutuhan energi antara 12 dan 24 bulan. ASI juga merupakan sumber penting energi dan nutrisi selama sakit, dan mengurangi angka kematian di kalangan anak-anak yang kekurangan gizi.

Manusia yang memperbaiki gizinya setelah umur 5 tahun cenderung menjadi kelebihan berat badan / obesitas namun anak-anak dan remaja yang telah disusui tampil lebih baik pada tes kecerdasan. Menyusui juga memberikan kontribusi untuk kesehatan dan kesejahteraan ibu; mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara dan membantu memperbaiki ovarium-eksklusif bayi di bawah 6 bulan memiliki efek hormonal yang sering menginduksi kurangnya menstruasi. Ini sangat alami (meskipun terkadang gagal) metode pengendalian kelahiran dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi.

Ibu dan keluarga perlu didukung untuk anak-anak mereka secara optimal ASI. Tindakan yang membantu melindungi, mempromosikan dan mendukung ASI meliputi:


  • pelaksanaan Sepuluh Langkah Sukses Menyusui ditentukan dalam Bayi-Friendly Hospital Initiative, termasuk:
  • kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi segera setelah lahir dan inisiasi menyusui dalam satu jam pertama kehidupan;
  • menyusui on demand (yaitu, sesering yang diinginkan anak, siang dan malam);
  • rooming-in (yang memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama-sama 24 jam sehari);
  • tidak memberi bayi makanan tambahan atau minuman, bahkan air, kecuali medis diperlukan;
  • penyediaan pelayanan kesehatan mendukung dengan bayi dan konseling  anak pertama, seperti selama antenatal dan postnatal care
  • dukungan masyarakat, termasuk kelompok pendukung ibu dan promosi kesehatan berbasis masyarakat dan kegiatan pendidikan.

Makanan pendamping ASI

Sekitar usia 6 bulan, kebutuhan bayi untuk energi dan nutrisi mulai melebihi apa yang disediakan oleh ASI, dan makanan pendamping yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bayi usia ini juga berkembang dan siap makan. Jika makanan pendamping tidak diperkenalkan sekitar usia 6 bulan, atau jika mereka diberikan tidak tepat, pertumbuhan bayi mungkin goyah. Prinsip panduan untuk makanan pendamping ASI yang tepat adalah:


  • terus sering, menyusui on-demand sampai 2 tahun atau lebih;
  • berlatih makan responsif (misalnya bayi makan langsung dan membantu anak-anak yang lebih tua lebih sabar, mendorong mereka untuk makan tapi tidak memaksa mereka, berbicara dengan anak dan mempertahankan kontak mata.);
  • praktik kebersihan yang baik dan penanganan makanan yang tepat;
  • mulai dari 6 bulan dengan jumlah kecil dan meningkat secara bertahap selaras dengan pertumbuhan anak;
  • secara bertahap meningkatkan konsistensi makanan dan pilih jenis makanan yang bervariasi;
  • meningkatkan jumlah frekuensi makan: 2-3 kali per hari untuk bayi 6-8 bulan usia dan 3-4 kali per hari untuk bayi 9-23 bulan, dengan 1-2 makanan ringan tambahan yang diperlukan;
  • menggunakan makanan pelengkap yang diperkaya suplemen vitamin-mineral yang diperlukan; dan
  • selama sakit, meningkatkan asupan cairan termasuk lebih pada menyusui, dan menawarkan makanan favorit.

Makan dalam keadaan yang sangat sulit

Keluarga dan anak-anak dalam keadaan sulit memerlukan perhatian khusus dan dukungan praktis. Jika memungkinkan, ibu dan bayi harus tetap bersama-sama dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan opsi makan yang paling tepat. Menyusui tetap menjadi hal utama dalam memberikan makan pada bayi di hampir semua situasi sulit, misalnya:


  • berat lahir rendah atau bayi prematur;
  • Ibu yang terinfeksi HIV;
  • ibu remaja;
  • bayi dan anak-anak yang kekurangan gizi; dan
  • keluarga yang menderita konsekuensi dari keadaan darurat yang kompleks.
  • HIV dan pemberian makan bayi
  • Menyusui, dan terutama di awal menyusui eksklusif, adalah salah satu cara yang paling signifikan untuk meningkatkan tingkat ketahanan hidup bayi. Namun, HIV dapat menginfeksi dari ibu ke anak selama proses kehamilan, persalinan atau melahirkan, dan juga melalui ASI.
Di masa lalu, tantangannya adalah untuk menyeimbangkan risiko bayi tertular HIV melalui ASI versus risiko kematian yang lebih tinggi dari penyebab lain selain HIV, malnutrisi tertentu dan penyakit serius seperti diare dan pneumonia, antara bayi yang terpapar HIV tetapi masih tidak terinfeksi yang tidak disusui.

Bukti tentang HIV dan pemberian makan bayi menunjukkan bahwa pemberian obat antiretroviral (ARV) untuk ibu yang terinfeksi HIV secara signifikan dapat mengurangi risiko penularan melalui menyusui dan juga meningkatkan kesehatannya. Hal ini memungkinkan bayi dari ibu yang terinfeksi HIV harus disusui dengan risiko penularan rendah (1-2%).

Sejak 2010, WHO telah merekomendasikan bahwa ibu yang terinfeksi HIV mengonsumsi ARV dan memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka selama 6 bulan, kemudian memperkenalkan makanan pendamping yang tepat dan terus menyusui sampai ulang tahun pertama anak. Menyusui hanya harus berhenti setelah makanan yang cukup bergizi dan aman tanpa ASI dapat disediakan.

Bahkan ketika ARV tidak tersedia, ibu harus diberi konseling untuk menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan terus menyusui setelahnya kecuali keadaan lingkungan dan sosial yang aman untuk, dan mendukung, memberi makan dengan susu formula.

Referensi :
World Human Organization website


Masa Depan Ibu dan Bayi yang Sehat


MSG Tidak Bahaya Untuk Tubuh

| 0 komentar

Manfaat MSG untuk tubuh 

Dunia kuliner menganggap bahwa penyedap rasa atau MSG (monosodium glutamate) berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai penyakit, namun WHO menyatakan bahwa MSG adalah bahan tambahan makanan yang aman untuk dikonsumsi.
Prof Hardinsyah, seorang pakar gizi IPB menyatakan bahwa “MSG dapat merangsang keluarnya enzim dalam pencernaan, contohnya kelenjar ludah yang dapat terangsang keluar akibat Glutamat yang ada pada MSG. Saat kita hanya mengonsumsi glutamate maka enzim yang terangsang muncul dan berdampak positif bagi pencernaan karena dapat mempercepat prosesnya.”
Banyak makanan yang beredar disekitar kita dengan penambahan MSG, namun seyogyanya beberapa makanan memang butuh penambahan MSG. Disamping itu, makanan dengan penggunaan bumbu yang bervariasi tidak memerlukan lagi penggunaan MSG seperti gulai, rending dll karena dengan cita rasa bumbu saja sudah kaya akan rasa.
Jika Anda hidup pada tahun 80-an maka Anda mungkin berpikir bahwa penyedap rasa adalah zat yang dapat menghancurkan kehidupan. Tetapi kenyataannya, kita hanya seperti mencicipi garam dengan kandungan sodium dan tambahan L-Glutamat.
Glutamat adalah salah satu jenis asam amino yang diperlukan tubuh. Dan pada kenyataannya, merupakan satu asam amino yang paling umum pada bahan makanan. Tubuh Anda sendiri memproduksi glutamate secara alami, yang berarti zat ini dapat ditemukan dalam semua produk daging, termasuk ikan dan susu. Ada juga sedikit glutamat dalam sayuran seperti tomat, jamur, kacang polong, bit, bayam, wortel, paprika hijau, dan jagung.

Sifat dari glutamat memang menimbulkan rasa yang gurih atau sering disebut Umami. Umami adalah salah satu dari lima rasa dasar, ditemukan untuk pertama kalinya di awal tahun 1900-an, tetapi tidak secara resmi diungkap secara ilmiah sampai tahun 1985. umami adalah representasi dari rasa "gurih" dan memang cukup benar, datang dari kata Jepang yaitu “Umai” (lezat) dan “Mi” (rasa).
Professor Kikunae Ikeda

Apakah MSG berbahaya ?

Seperti banyak berita yang telah beredar di kalangan masyarakat bahwa alergi disebabkan oleh intoleransi terhadap beberapa jenis asam amino contohnya alergi pada protein seafood. Glutamat merupakan salah satu dari jenis asam amino dan tidak menutup kemungkinan beberapa orang di dunia ini terkena alergi karena mengonsumsi MSG. Contoh lainya yang beredar di Indonesia adalah mengonsumsi telur yang akan mengakibatkan bisul, sudah jelas bahwa yang intoleransi terhadap telur maka tidak perlu mengonsumsinya tapi apakah telur berbahaya untuk semua orang? jawabanya Tidak seperti halnya MSG, jika anda alergi terhadap zat ini maka anda tidak perlu menambahkan MSG dalam makanan anda namun jika anda tidak alergi terhadap itu maka silahkan untuk mengonsumsinya.


Takaran MSG untuk tubuh manusia


Sulit untuk dipercaya bahwa sesuatu yang begitu lezat bisa mendapatkan reputasi buruk. Setelah pada tahun 2000, para ilmuwan menemukan bahwa lidah Anda memiliki reseptor khusus untuk glutamat sehingga lidah dapat mendeteksi rasa gurih nya.

World Human Organization menyatakan bahwa konsumsi MSG dengan takaran 120 mg/Kg Berat badan atau lebih kurang 5 – 6 gram perhari setara dengan satu sendok teh. Saya tekankan bahwa satu sendok teh bukan untuk 1 kali porsi makan melainkan untuk kebutuhan anda dalam 1 hari.

Direktur standarisasi produk pangan BPOM, Tetty H Sihombing menyatakan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi namun harus ada yang perlu di waspadai yaitu ada  beberapa orang tertentu yang sensitive, mengalami gejala Chinese restaurant syndrome setelah mengonsumsi MSG seperti orang yang alergi terhadap kacang dan susu.

Pada tahun 1960an, ada seorang dokter china yang makan di restoran Chinese food mengeluh pusing dan baal setelah satu jam keluar dari restoran tersebut namun setelah itu hilang begitu saja. Maka dilakukanlah penelitian pada mancit yang disuntikkan MSG dengan dosis tinggi yaitu setara dengan 200 – 400 mg/Kg berat badan yang jika diaplikasikan pada manusia setara dengan 1 gelas penuh MSG. Disinilah awal mengapa MSG disebut berbahaya bagi tubuh manusia.

Yah, pertama-tama, ada banyak penelitian awal yang buruk dilakukan pada MSG dan tidak dapat diandalkan yang menyarankan beberapa interaksi yang aneh antara MSG dan tubuh. Ketika glutamat memasuki otak Anda bertindak sebagai neurotransmitter, yang berarti bertempat di ujung sel saraf dan membantu memicu atau menghambat laju sel. Sangat mudah untuk mendengar informasi itu dan sedikit menakutkan untuk mengonsumsi bahan makanan yang memiliki implikasi untuk fungsi otak Anda. Tapi tak perlu khawatir lagi.  Satu studi yang memiliki subyek mengonsumsi hampir 200 kali dosis harian rata-rata MSG setiap hari selama 42 hari tidak menemukan perubahan neurologis apapun pada pasien.

Intinya adalah MSG memiliki kandungan natrium di dalamnya - jadi jangan gunakan terlalu banyak jika jika anda tidak ingin tekanan darah anda naik. Tambahkanlah sesuai dengan anjuran WHO dan nikmatilah rasa gurih yang pas untuk kesehatan tubuh anda. - Ridwan Annas, A.Md. Gizi

Semoga bermanfaat, Viva Nutricia !!!
MSG Tidak Bahaya Untuk Tubuh

Menu Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 6 - 12 Bulan

| 1 komentar

Pilihan Makanan yang Tepat untuk Bayi


Masa anak usia dini sering disebut dengan istilah “golden age” atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat. Perkembangan setiap anak tidak sama karena setiap individu memiliki perkembangan yang berbeda. Makanan yang bergizi dan seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Apabila anak diberikan stimulasi secara intensif dari lingkungannya, maka anak akan mampu menjalani tugas perkembangannya dengan baik.

Bayi (usia 0-11 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah tumbuh kembang anak yang adekuat.

Makanan Sehat Untuk Bayi
Rekomendasi WHO dalam rangka pencapaian tumbuh kembang optimal yaitu memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih.

Makanan Pendamping ASI ( MP ASI ) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi dan diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Makanan yang diberikan pada bayi dan anak balita harus memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi sesuai usia, macam makanan yang diberikan disesuaikan dengan pola menu seimbang, bahan makanan yang digunakan tersedia di daerah setempat.

Cara Pemberian Makanan Sehat untuk Bayi


Pemberian MP ASI diberikan pada anak yang berusia 6 sampai 24 bulan secara berangsur-angsur untuk mengembangkan kemampuan mengunyah dan menelan serta menerima macam-macam makanan dengan berbagai tekstur dan rasa.

Pemberian MP ASI harus bertahap dan bervariasi, mulai dari bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembik dan akhirnya makanan padat

MP ASI sebaiknya diberikan secara bertahap, sedikit demi sedikit dalam bentuk encer secara berangsur-angsur ke bentuk yang lebih kental sampai padat


Contoh Menu Makanan Sehat
Untuk Bayi 6 – 12 Bulan
Sehari Umur 0 – 6 bulan ASI Sekehendak
Umur 6 – 7 bulan
Jam 06.00 : ASI (sekehendak)
09.00 : Buah / Sari buah
12.00 : ASI 15.00 : Buah / Sari buah
18.00 : ASI
21.00 : ASI dst
Umur 7 – 8 bulan
Jam 06.00 : ASI (sekehendak)
09.00 : Buah / Sari buah
12.00 : Bubur Bayi Sehat dari Susu
15.00 : Buah / Sari buah
18.00 : ASI 21.00 : ASI dst
Umur 8 – 9 bulan
Jam 06.00 : ASI
09.00 : Buah / Sari buah
12.00 : Bubur Bayi Sehat dari Susu
15.00 : Biskuit
18.00 : Tim Saring
21.00 : ASI dst
Umur 9 – 10 bulan
Jam 06.00 : ASI
08.00 : Bubur Bayi Sehat dari Susu
10.00 : Buah / Sari buah
13.00 : Tim Saring
15.00 : Biskuit
18.00 : Tim Saring
21.00 : ASI dst
Umur 11 – 12 bulan
Jam 06.00 : ASI
08.00 : Nasi Tim
10.00 : Buah / Sari buah
13.00 : Nasi Tim
15.00 : Biskuit
18.00 : Nasi Tim
21.00 : ASI dst
                                                                Sumber : Giziforhealth.com

Referensi :
Depkes RI. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) lokal tahun 2006. Jakarta, 2006
WHO/UNICEF, 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. Geneva, World Health Organization

Baca juga Cara Menghitung Status Gizi Bayi dan Balita >>>>>>>


Menu Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 6 - 12 Bulan


11 Upaya Mengatasi Anak Sulit Makan

| 0 komentar

11 Upaya Mengatasi Anak Sulit Makan
Bukan hal biasa jika anak sulit makan. Banyak faktor yang menyebabkan anak sulit makan atau malas makan. Jika dibiarkan, tentu saja akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Apalagi jika orang tua terutama ibu seolah acuh dengan masalah ini. Masa kanak-kanak merupakan fase pertumbuhan yang ditandai dengan dinamika dan mobilitas tinggi baik secara fisik, psikis maupun sosial. Untuk menunjang hal tersebut salah satunya dengan memastikan anak mau makan makanan yang bergizi. Berikut cara-cara yang bisa dicoba orang tua jika anaknya sulit makan, antara lain :

1. Porsi secukupnya
Berikan makanan dalam porsi secukupnya jangan terlalu banyak karena anak akan sulit menghabiskan. Selain itu, anak akan bangga jika berhasil menghabiskan porsi makanannya.

2. Berikan Pujian
Suasana hati anak juga penting, oleh sebab itu jangan ragu berikan pujian jika anak berhasil menghabiskan porsi makananya sehingga menyenangkan hati anak.

3. Hindari jajanan terlalu sering
Pada umumnya anak-anak lebih menyukai jajanan di warung dibandingkan makanan yang dibuat Ibunya. Padahal makan jajanan banyak yang kurang sehat dan dapat pula menurunkan nafsu makan sehingga anak menjadi malas makan. Alangkah baiknya jika Ibu dapat menyiapi anaknya makanan sendiri, membawakannya bekal di sekolah atau tempat dia bermain sehingga anak tidak perlu membeli jajanan.

4. Biarkan anak mengambil porsi makan sendiri
Berikan kebebasan kepada anak untuk mengambil makanannya sendiri karena anak akan merasa dihormati dan bertanggungjawab terhadap habisnya makanan tersebut.

5. Berilah makan saat lapar
Salah satu cara mengenalkan anak pada diversifikasi (keanekaragaman) jenis makanan adalah dengan memberikannya pada saat lapar. Diharapkan anak akan suka makanan tersebut dan dapat menghabiskannya dengan mudah.

6. Kurangi hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian
Ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian anak ketika sedang makan. Contohnya adalah televisi, sering mengganggu perhatian meskipun anak tidak sungguh-sungguh menonton. Hal lainya misalnya, kehadiran kakak atau teman bermain juga dapat mengalihkaan perhatiannya pada makanannya.

7. Hindari makanan yang manis sebelum makan
Mengkonsumsi makanan yang manis sebelum makan membuat anak merasa cepat kenyang. Seringkali anak kita tidak mau makan jika tidak dibelikan permen, snack atau cokelat, ada pula anak yang belum apa-apa sudah dijejali susu. Meskipun makanan tersebut mengenyangkan namun makanan seperti ini jelas-jelas tidak dapat memenuhi angka kecukupan gizi anak kita. Karena merasa sudah kenyang maka anak akan cenderung menolak makanan yang kita berikan.

8. Kreatif
Agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi orang tua harus cerdik dan kreatif dalam menyediakan menu makanan terutama untuk balita. Sebaiknya jangan memberikan makanan dalam tampilan biasa karena anak nanti akan bosan. Buatlah makanan semenarik mungkin sehingga anak tergoda untuk memakannya. Misalkan jika anak tidak suka makan ikan, Ibu dapat mengolahnya menjadi makanan yang mungkin ia suka seperti bakso ikan, siomai ikan, otak-otak dan sebagainya. Jika anak tidak suka sayuran atau buahan maka kita bisa menyajikannya dalam bentuk makanan campuran seperti dibuat jus atau masakan dengan sayuran yang ditumbuk.

9. Sajikan makanan yang terbaik
Berikan makanan yang padat kalori seperti daging, ikan, selai kacang, keju, pisang,  dan kacang-kacangan.

10. Biarkan anak memilih makanannya sendiri
Ajak anak untuk berkomunikasi, makanan seperti apa yang ia suka. Berikan alternatif makanan yang dapat dipilih anak, boleh saja mengajak anak untuk mengkonsumsi makanan seperti yang dikonsumsi anggota keluarga lainnya, tetapi jangan sekali-kali memaksanya.

11 Bersabar
Selera makan anak cepat berubah sehingga jenis makanan yang kemarin digemari, hari ini mungkin dapat dihindari. Untuk itu dibutuhkan kesabaran dari orang tua.



11 Upaya Mengatasi Anak Sulit Makan


4 Cara Mencegah Kekurangan Gizi Pada Remaja

| 0 komentar

Pertumbuhan normal tubuh memerlukan nutrisi yang memadai, kecukupan energi, protein, lemak dan suplai semua nutrien esensial yang menjadi basis pertumbuhan. Pertumbuhan remaja di negara yang sedang berkembang membutuhkan perhatian khusus pada nutrien vitamin A, seng atau protein selain kebutuhan energi yang adekuat. Berbeda dengan di negara barat, di sana dilakukan fortifikasi pada produk makanannya sehingga jarang ditemukan defisiensi nutrien.

Pertumbuhan anak remaja pada umur ini juga sangat pesat kemudian kegiatan-kegiatan jasmani termasuk olahraga juga pada kondisi puncaknya. Oleh sebab itu, apabila konsumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori untuk pertumbuhan dan kegiatan-kegiatannya maka akan terjadi defisiensi yang akhirnya dapat menghambat pertumbuhannya. Pada anak remaja puteri mulai terjadi menarche (awal menstruasi) yang berarti mulai terjadi pembuangan Fe. Oleh sebab itu, kalau konsumsi makanan, khususnya Fe kurang maka akan terjadi kekurangan Fe (anemia).

Pengetahuan gizi sangat penting bagi kelompok umur anak remaja karena dapat membantu saat memilih jajanan sehingga tidak salah nutrisi. Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan tentang makanan dan zat gizi, sumber-sumber pada makanan, makanan yang akan dikonsumsi serta tidak menimbulkan penyakit dan cara mengolah makanan yang baik sehingga kandungan zat gizi pada makanan tidak hilang.

Pada umumnya remaja putri mempunyai pola dan kebiasaan makan yang homogen dimana asupan energi dan zat gizi kurang dari angka kecukupan gizi (AKG) yang sudah dianjurkan.  Hal ini juga terlihat bahwa hampir separuh remaja putri mempunyai berat badan rendah dan tinggi badan yang kurus, serta sepertiga dari mereka kurus, yang menunjukkan adanya hambatan pertumbuhan.

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi pada anak remaja :

1. Biasakan Membawa Bekal dari Rumah

Dengan membiasakan membawa bekal dari rumah maka gizi remaja dapat terkontrol. Orang tua wajib memberikan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan anak remajanya. Berikan makanan yang lengkap dari karbohidrat, protein, lemak, serat dan mikronutrien sehingga anak remaja tidak kelaparan karena pada fase pertumbuhan ini anak remaja sangat aktif mengikuti kegiatan di sekolahnya yang dapat menguras energi dan butuh energi pengganti.

2. Berikan Makanan yang Seimbang dan Beragam

Pada fase menuju kedewasaan, anak remaja mudah sekali bosan dalam segala hal termasuk dengan makanan dan yang paling penting mereka sangat suka dengan hal yang baru. Berikanlah makanan yang beragam dan tidak sama pada menus setiap harinya. Hal ini dapat meningkatkan nafsu makan mereka sehingga dapat mencegah terjadinya kekurangan gizi.

3. Porsi yang Pas

Menu makanan yang baik sesuai dengan kebutuhan anak remaja dapat menjaga berat badan dan membantu pertumbuhan anak, tidak berlebihan dan tidak juga kurang adalah prinsip untuk porsi makanan yang pas.

4. Berikan Pengetahuan tentang Makanan yang Baik untuk Kesehatan

Jenis makan yang baik bagi kesehatan adalah makanan yang fresh from the oven. Makanan yang baru saja matang dapat menghindari timbulnya kontaminasi bakteri atau virus yang dapat menyebabkan anak remaja sakit atau menurunya daya tahan tubuh. Jadi sebagai orang tua wajib memberi tahu makanan mana yang dapat dimakan oleh sang anak remaja.

Sekian semoga bermanfaat, Viva Nutrisia !


Fakta Tentang Kelebihan Berat Badan, Efek dan Cara Mencegah


Fakta Tentang Kelebihan Berat Badan, Efek dan Cara Mencegah

| 0 komentar

Kelebihan Berat Badan Dan Obesitas
Obesitas di seluruh dunia telah lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980. Pada tahun 2014, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa, 18 tahun dan lebih tua, kelebihan berat badan. Dari jumlah tersebut lebih dari 600 juta mengalami obesitas. 39% dari orang dewasa berusia 18 tahun ke atas kelebihan berat badan pada tahun 2014, dan 13% adalah obesitas. Sebagian besar populasi dunia tinggal di negara di mana kelebihan berat badan dan obesitas membunuh lebih banyak orang daripada kurus. 42 juta anak-anak di bawah usia 5 yang kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2013.

OBESITAS DAPAT DICEGAH !

Apa itu kelebihan berat badan dan obesitas?


Kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi
lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Indeks massa tubuh (BMI) adalah indeks sederhana berat-untuk-tinggi yang biasa digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa. Hal ini didefinisikan sebagai berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi dalam meter (kg / m2).

Definisi WHO adalah:

BMI lebih besar dari atau sama dengan 25 kelebihan berat badan
BMI lebih besar dari atau sama dengan 30 adalah obesitas.
BMI menyediakan pengukuran tingkat populasi yang paling efektif dari kelebihan berat badan dan obesitas dengan cara pengukuran yang sama untuk kedua jenis kelamin dan untuk semua usia dewasa. Namun, harus dianggap sebagai panduan kurang efisien karena mungkin tidak sesuai dengan tingkat yang sama pada kegemukan individu yang berbeda.

Fakta tentang kelebihan berat badan dan obesitas

Beberapa perkiraan global terbaru dari WHO :

Pada tahun 2014, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa, 18 tahun keatas, kelebihan berat badan. Dari jumlah tersebut lebih dari 600 juta mengalami obesitas. Secara keseluruhan, sekitar 13% dari populasi dunia dewasa (11% laki-laki dan 15% perempuan) yang mengalami obesitas pada tahun 2014. Pada tahun 2014, 39% dari orang dewasa berusia 18 tahun ke atas (38% pria dan 40% wanita) kelebihan berat badan.

Prevalensi obesitas di seluruh dunia lebih dari dua kali lipat antara tahun 1980 dan 2014.
Pada 2013, 42 juta anak-anak di bawah usia 5 yang kelebihan berat badan atau obesitas. Setelah dianggap bermasalah pada negara berpenghasilan tinggi, kelebihan berat badan dan obesitas sekarang meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di perkotaan. Di negara-negara berkembang (diklasifikasikan oleh Bank Dunia sebagai negara berpendapatan menengah), kanak-kanak yang obesitas atau kelebihan berat badan mengalami kenaikan dan sudah lebih dari 30% lebih tinggi dari negara-negara maju.

Kegemukan dan obesitas terkait dengan kematian di seluruh dunia melebihi dari angka berat badan dibawah normal. Sebagian besar populasi dunia tinggal di negara yang banyak penduduk kelebihan berat badan dan obesitas membunuh lebih banyak orang daripada berat badan dibawah normal (ini mencakup semua berpenghasilan tinggi dan sebagian besar negara berpenghasilan menengah).

Apa yang menyebabkan obesitas dan kelebihan berat badan?

Penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Secara global, telah ada:

peningkatan asupan makanan padat energi yang tinggi lemak; dan
peningkatan aktivitas fisik karena sifat semakin menetap dari berbagai bentuk pekerjaan, mengubah moda transportasi, dan peningkatan urbanisasi.
Perubahan pola makan dan aktivitas fisik menjadi efek dari perubahan lingkungan dan sosial yang terkait dengan pembangunan dan kurangnya kebijakan yang mendukung sektor seperti kesehatan, pertanian, transportasi, perencanaan kota, lingkungan, pengolahan makanan, distribusi, pemasaran dan pendidikan.

Apa konsekuensi kesehatan untuk kelebihan berat badan dan obesitas?

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular seperti:

penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung dan stroke), yang merupakan penyebab utama kematian pada tahun 2012;
diabetes;
gangguan muskuloskeletal (terutama osteoartritis - penyakit degeneratif yang sangat melumpuhkan sendi);
beberapa kanker (endometrium, payudara, dan usus besar).

Risiko penyakit tidak menular ini akan menigkat jika tak ada penanganan sejak dini !

Anak obesitas dikaitkan dengan kesempatan yang lebih tinggi obesitas pada saat dewasa, kematian dini dan cacat di masa dewasa. Tetapi di samping peningkatan risiko masa depan, anak-anak obesitas mengalami kesulitan bernapas, peningkatan risiko patah tulang, hipertensi, penanda awal penyakit kardiovaskular, resistensi insulin dan efek psikologis.

Menghadapi beban ganda penyakit

Banyak negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sekarang menghadapi "beban ganda" dari penyakit.

Sementara mereka terus berhubungan dengan masalah penyakit menular dan kurang gizi, mereka mengalami kenaikan pesat dalam faktor risiko penyakit tidak menular seperti obesitas dan kelebihan berat badan, terutama di perkotaan.

Hal ini tidak jarang ditemukan berat badan di bawah normal dan disisi lain ada yang obesitas pada negara yang sama, komunitas yang sama dan rumah tangga yang sama.

Bagaimana kelebihan berat badan dan obesitas dapat dikurangi?

Kegemukan dan obesitas, serta penyakit tidak menular terkait, yang sebagian besar dapat dicegah. Lingkungan dan masyarakat sangat penting dalam membentuk meningkatkan kesadaran individu tentang gizi, membuat pilihan makanan yang sehat dan aktivitas fisik secara teratur (diakses, tersedia dan terjangkau), dan itu yang dapat mencegah obesitas.

Pada tingkat individu, seseorang dapat mencegah obesitas dengan :

membatasi asupan energi dari jumlah lemak dan gula;
meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, serta serealia, biji-bijian dan kacang-kacangan;
terlibat dalam aktivitas fisik secara teratur (60 menit sehari untuk anak-anak dan 150 menit per minggu untuk orang dewasa).

Tetap Sehat, Berat badan normal dan Viva Nutrisia !!!


Fakta Tentang Kelebihan Berat Badan, Efek dan Cara Mencegah


Tips Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Efek Baik untuk Janin

| 1 komentar

Gizi Ibu Hamil
Status gizi sebelum dan selama hamil dapat mempegaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil.

Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat bila tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi yang baik. Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khusunya gizi kurang seperti Kurang Enargi Kronis (KEK) dan anemia gizi. Hasil SKRT 1995 menunjukkan bahwa 40% ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita anemia mempunyai kecenderungan melahirkan bayi dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).

Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar terutama pada trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil normal. Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR, kematian saat persalinan, perdarahan, pasca persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan. Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan lingkungan yang baru, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan, bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. Selain itu akan dapat menimbulkan resiko kesakitan dan kematian bayi karena rentan terhadap infeksi saluran pernapasan bagian bawah.

Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah baik pada ibu maupun janin antara lain sebagai berikut

Terhadap Ibu
 Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, perdarahan dan berat badan ibu tidak bertambah secara normal serta terkena penyakit infeksi.

 Terhadap Persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), perdarahan setelah persalinan serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat

Terhadap Janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran , abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan) dan lahir dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).


Ada beberapa suplemen makanan yang biasanya diberikan untuk ibu hamil untuk menghindari masalah dalam proses hamil

Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi (Fe) yang dapat membantu pembentukan sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan zat nutrisi makanan bagi ibu dan janin. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat yang setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Tablet Tambah Darah diminum satu tablet tiap hari di malam hari selama 90 hari berturut-turut, karena pada sebagian ibu yang hamil merasakan mual, muntah, nyeri pada lambung, diare, dan susah buang air besar. Usaha lain untuk menambah asupan zat besi adalah daging segar, ikan, telur, kacangkacangan, dan sayuran segar yang berwarna hijau tua.

Kalsium merupakan zat yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan gigi bayi, jika asupan kalsium kurang maka kebutuhan kalsiun diambil dari tulang ibu. Kebutuhan akan kalsium bagi ibu hamil adalah 950 mg tiap harinya. Asupan Kalsium bisa didapat dari minum susu, ikan, udang, rumput laut, keju, yoghurt, sereal, jus jeruk, ikan sarden, kacangkacangan, biji-bijian, dan sayur yang berwarna hijau gelap.

Vitamin juga diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu yang hamil. Beberapa vitamin ibu hamil yang dibutuhkan adalah vitamin C (80 mg) yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi, vitamin A (6000 IU), vitamin D (4 mcg). Vitamin ini dapt diperoleh dari cabe merah, mangga, pepaya, wortel, ubi, aprikot, dan tomat


Kondisi fisik dan kenaikan berat badan normal bagi wanita hamil pada setiap trimester adalah sebagai berikut:

Trimester I (0 – 12 minggu)
Umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Kondisi ini ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin dapat tumbuh dengan baik. Kenaikan normal antara 0,7 – 1,4 kg.

Trimester II (sampai dengan usia 28 minggu)
Napsu makan sudah pulih kembali. Kebutuhan makan harus diperbanyak. Kenaikan berat badan normal antara 6,7 – 7,4 kg

Trimester III (sampai dengan usia 40 minggu)
Nafsu makan sangat baik, tetapi jangan berlebihan. Kenaikan berat badan normal antara 12,7 kg – 13,4 kg.






Tips Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Efek Baik untuk Janin





Tips Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Efek Baik untuk Janin